kejadian ini terjadi waktu aku lagi praktek di puskesmas hari ini. dan membuat aku sangat bersyukur di besarkan oleh seorang ibu seperti mamaQ.
kejadiannya waktu ada pasien seorang anak kecil yang usianya baru 9,5 tahun. aku menyebutnya baru 9,5 tahun. walaupun banyak yang bilang "sudah 9,5 tahun" (orang orang memandang suatu usia sudah dewasa tau belum kan relatif ya...)
anak itu mau dilakukun cek darah lengkap. dimana darah yang diambil adalah darah vena. alhasil darah yang diambil dengan menggunakan spuit. bukan sekedar dengan autoclick.
anak itu terlihat sangat ketakutan. aku sih melihatnya wajar sorang anak ketakutan diambil darahnya. apalagi anak sekecil itu. anak itu menangis. dan ibu yang bersamanya itu. (yang merupakan ibu kandungnya) malah memarahinya dan memintanya untuk duduk sendirian untuk diambil darahnya. dan dia menggendong seorang anak yang bukan anaknya. anak itu menangis dan oleh mbak penjaga lab Q ibuk itu diminta untuk memangku anak itu supaya tenang. tapi bukannya menenangkan ibu itu malah memberi ancaman-ancaman yang memcuat anak itu takut. anak itu semakin menangis. dan dengan berbagai macam cara dan dengan trik dari analis lab itu yang sudah sering untuk menangani pasien yang seperti itu, anak itu berhasil diambil darahnya.
pada proses pemeriksaan darah itu. ibu dan anak itu menunggu hasil di luar. dan aku memperhaitkan anak itu (menjadi kebiasaanku unutk melihat orang-orang agar aku lebih bersyukur). dan anak yang terlihat sangat lemah itu, karena dengan demamnya yang tinggi dibiarkan duduk sendiri. tidak dia peluk ataupun dia tenangkan. saat itu dia juga mengajak anaknya yang lain. dan dia lebih sibuk dengan anaknya yang itu.
aku jadi kembali teringat waktu aku seusia anak itu. bila aku hanya sedikit flu saja dan perlu ke dokter, ibu ku selalu memegang tangan ku bila aku di periksa ... hanya diperiksa dokter. dengan stetoskopnya. aku phobia jarum. dan bila aku mulai merengek ketakutan, ibu selalu memelukku. sambil menunggu obat atau yang lain ibu juga tak pernah melepaskan tangannya dari keningku, menjagaku agar aku tak sendiri.
pada usiaku 14 tahun, waktu aku terserang salmonella thyposa. ibu juga selalu memelukku setiap kontrol ke dokter. bahkan menggendongku untuk ke kamar mandi. karena kau harus bed rest. dan saat itu pun ibu juga terus bisa membagi kasih sayangnya dengan kakak dan ayahku.
begitupun ketika kakakQ sakit. ibuk juga terus memeluknya. tapi dia juga masih punya waktu untuk memelukku.
dan bahkan sekarang saat usiaku 21 tahun. bila dia mendengar aku sakit maka dia yang sibuk untuk memintku minum obat, kedokter dan laen sebagainya. padahal ibu ku telah menganggap aku wonder woman. tapi ibu menganggap aku lemah jika sakit.
entahlah, tapi aku selalu membandingkan semua perlakuan ibu-ibu pada anaknya dengan perlakuan ibu kepadaku. mungkin semua anak menganggap ibu nya yang terbaik. tapi cara pendekatan dengan kasih sayang, aku rasa akan lebih efektif dari pada dengan kekerasan. karena bila kita di rawat dengan kasih sayang.maka proses penyembuhan iru akan lebih cepat.. LUV U MOM
Kamis, 20 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar